Tidak mau diatur, tak mau mengalah dan tidak mau didik. Sepintas itulah kesan beberapa orang luar Madura tentang masyarakat Madura.
Kesan negatif tentang orang Madura oleh orang di luar Madura ini memang tidak bisa disalahkan. Fakta yang terjadi di Madura, bahwa orang Madura sulit diatur memang ada dan itulah yang nampaknya mudah diingat ketika orang luar Madura datang ke Madura.
Fakta bahwa orang Madura sulit diatur dan mau menangnya sendiri ini, memang tidak sulit untuk dicari. Dari perjalanan mulai dari Kamal, Bangkalan, hingga Kalianget, Sumenep, fakta sosial di lapangan sudah banyak terjadi.
Yang mudah di temukan di pasar-pasar yang berada di sepanjang jalan raya. Semisal di pasar Tanah Merah, Bangkalan, Pasar Blega dan demikian juga di pasar Tanjung, Kecamatan Camplong yang merupakan perbatasan antara Kabupaten Sampang dengan Kabupaten Pamekasan.
Di pasar-pasar itulah dapat kita rasakan betapa orang Madura mau seenaknya sendiri. Terkadang memarkir kendataannya di tengah jalan, tanpa memperhatikan lalu lintas yang hendak melintas di jalur.
"Wong sudah tau disini pasar, kalau mau lewat ya nunggu,". Komentar seperti itulah yang sering kita jumpai dari pernyataan orang-orang Madura yang sering terlontar.
Selaku orang Madura, saya kadang juga jengkel dengan sikap-sikap sebagian orang Madura itu sendiri, meski disatu sisi masih timbul rasa bangga, karena mereka masih percaya diri dalam situasi yang salah. (*)
Kesan negatif tentang orang Madura oleh orang di luar Madura ini memang tidak bisa disalahkan. Fakta yang terjadi di Madura, bahwa orang Madura sulit diatur memang ada dan itulah yang nampaknya mudah diingat ketika orang luar Madura datang ke Madura.
Fakta bahwa orang Madura sulit diatur dan mau menangnya sendiri ini, memang tidak sulit untuk dicari. Dari perjalanan mulai dari Kamal, Bangkalan, hingga Kalianget, Sumenep, fakta sosial di lapangan sudah banyak terjadi.
Yang mudah di temukan di pasar-pasar yang berada di sepanjang jalan raya. Semisal di pasar Tanah Merah, Bangkalan, Pasar Blega dan demikian juga di pasar Tanjung, Kecamatan Camplong yang merupakan perbatasan antara Kabupaten Sampang dengan Kabupaten Pamekasan.
Di pasar-pasar itulah dapat kita rasakan betapa orang Madura mau seenaknya sendiri. Terkadang memarkir kendataannya di tengah jalan, tanpa memperhatikan lalu lintas yang hendak melintas di jalur.
"Wong sudah tau disini pasar, kalau mau lewat ya nunggu,". Komentar seperti itulah yang sering kita jumpai dari pernyataan orang-orang Madura yang sering terlontar.
Selaku orang Madura, saya kadang juga jengkel dengan sikap-sikap sebagian orang Madura itu sendiri, meski disatu sisi masih timbul rasa bangga, karena mereka masih percaya diri dalam situasi yang salah. (*)

