Serba-Serbi Janda dan Berbagai Peristilahannya -->

Advertisement

Serba-Serbi Janda dan Berbagai Peristilahannya

Admin
Minggu, 12 Mei 2019

PENAWARTA.COM - Istilah janda, akhir-akhir ini seolah memiliki konotasi lebih lebih, terutama di jaman media sosial seperti sekarang ini. Janda, bukan status yang miring, akan tetapi berkonotasi pada nilai lebih.

Istilah "janda semakin di depan", "janda dilawan", atau yang populer di medsos misalnya, "jangan mengaku janda kalau belum merebut suami orang" dan berbagai peristilahan lainnya.

Bogor, merupakan salah satu kota di Indonesia yang dikenal dengan kota janda, selain di Pulau Madura, karena akhir-akhir ini jumlah janda di empat kabupaten di Pulau Garam tersebut, semakin meningkat.

Konon, janda muda di Bogor memiliki banyak jenis. Ada yang menjadi janda karena suaminya meninggal dunia, ada pula karena pernah menjadi istri simpanan pejabat. Bahkan, ada juga yang menjadi janda lantaran kimpoi kontrak dengan warga negara asing (WNA) asal Timur Tengah.

Beberapa daerah di Bogor pun dijuluki Kampung Janda. Pasalnya di daerah tersebut banyak wanita muda yang menjanda lantaran ditinggal pergi sang suami.

Berikut catatan tentang janda yang perlu anda ketahui di Bogor yang kami rangkum dari sejumlah media lifestyle, sebagai pengayaan pengatahuan :

1. Janda mantan istri pejabat
Kampung Gunungbatu, Desa Sukaharja, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor dikenal dengan istilah Kampung Janda. Pasalnya di daerah ini banyak wanita muda menjadi janda lantaran pernah menikah siri dengan pejabat dan pengusaha.

Lokasi Kampung Janda ini berbatasan langsung dengan Jonggol dan Cianjur. Untuk menjangkau daerah ini, pengunjung harus melewati jalanan berbukit dan hutan.

Sebuah gunungan batu menyambut setiap warga yang datang. Tepat di Kampung inilah bermukimnya janda-janda muda.

Sepintas tak ada yang berbeda antara Kampung Janda di Gunungbatu dengan kampung lainnya. Kebanyakan warga di sana memanfaatkan lahan untuk berkebun. Namun, fakta mengejutkan terungkap.

Di balik dingin dan tenangnya kampung, wilayah ini menyediakan banyak janda yang kerap dijadikan istri siri.

Seorang penjual kopi yang merupakan warga asli, Ijah (45) mengakui jika di kampungnya banyak pendatang mencari janda. Bahkan, di sela istirahat, wartawan sebuah media juga ditawari seorang janda. “Mau cari janda ya. Nanti saja datang lagi ke sini,” ujar ibu dua anak itu.

Ijah tak menampik banyak wanita yang menjanda karena kimpoi cerai. Biasanya, mereka jadi istri siri atau istri simpanan dari pendatang maupun pejabat. "Kalau rumah mewah kebanyakan yang nikah sama orang kota (pejabat). Paling banyak di arah atas sana,” tutur Ijah sambil menunjuk ke arah perbukitan.

2. Janda ditinggal suami yang terkubur di tambang
Selain di Desa Sukaharja, Kecamatan Sukamakmur, istilah Kampung Janda juga ada di Desa Ciburayut, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor. Di desa ini ada 3 kampung yang dikenal sebagai Kampung Janda, yakni Kampung Panyarang Kidul, Kampung Panyarang Tengah, dan Kampung Panyarang Lebak.

Para suami mereka meninggal dunia karena menjadi korban longsor tambang galian C untuk bahan baku batako. Para penduduk memang menumpukan hidup mereka sebagai pembuat batako.

Di saat mereka sibuk menggali bahan batako di lokasi tambang, tak sedikit dari mereka yang tertimbun longsor hingga tewas.

Sejak beroperasinya galian yang dikelola secara tradisional tahun 1996, sudah lebih dari 100 pria tewas karena tertimbun longsor.

“Galian ini memang resikonya nyawa, tapi mau gimana lagi atuh Kang, dari pada nganggur, tak ada pekerjaan,” ujar warga Mumuh Muhidin (37), warga yang sehari-harinya bekerja sebagai petambang galian C.

3. Janda bekas kimpoi kontrak
Sejak dahulu, kimpoi kontrak cukup terkenal kawasan Puncak Bogor. Biasanya mereka nikah siri dan dikontrak selama beberapa bulan atau beberapa tahun oleh warga negara asing (WNA). Kebanyakan pria yang menawarkan kimpoi kontrak kepada cewek Bogor berasal dari Timur Tengah.

Setelah kontrak berakhir, status suami istri mereka pun berakhir. Cewek Bogor yang dibayar dengan uang puluhan juta pun menjadi janda. Sedangkan bekas suami mereka kembali ke negara asalnya.

Selain cewek Bogor, beberapa cewek yang pernah kimpoi kontrak dengan pria asal Timur Tengah juga berasal dari kabupaten tetangga, seperti Cianjur dan Sukabumi.

4. Janda ditinggal kimpoi suami
Jenis janda yang satu ini sama dengan janda di daerah lain. Mereka menjadi janda setelah suami mereka selingkuh dengan wanita idaman lain (WIL). Karena tak mau dimadu, akhirnya mereka memilih menjadi janda. Mereka melayangkan gugatan cerai ke pengadilan agama agar segera bercerai.

Selain faktor selingkuh, kebanyakan wanita Bogor yang menjadi janda juga karena faktor ekonomi. Mereka kerap bertengkar dengan pasangan dan pada akhirnya sepakat untuk bercerai.

Pada tahun 2015 lalu, angka perceraian di Pengadilan Agama Cibinong Bogor mencapai 3.720 kasus. Rinciannya, gugatan cerai atau istri yang meminta cerai sebanyak 2.773 perkara, sedangkan cerai talak atau suami yang menginginkan cerai sebanyak 947 perkara.

5. Janda karena suami meninggal dunia
Jenis janda yang satu ini juga ada di semua daerah di Indonesia. Mereka menyandang status janda setelah suami mereka meninggal dunia.

Setelah suami mereka meninggal, sebagian dari janda ini rela untuk hidup sendiri tanpa suami dengan berbagai alasan. Ada yang menolak menikah dengan alasan sudah tua, ada pula yang enggan menikah karena alasan dilarang oleh anak, serta berbagai alasan lainnya.

6. Istilah Istilah Janda
JANUS - Janda Nusantara
JAMUR - Janda di bawah umur
JAMU - Janda Muda
JAMU MADU - Janda Muda Mata Duitan
JAGO - Janda Goyang
JAHE - Janda Hebat
JAGUNG - Janda Tanggung
JENAZA - Janda Enak Satu Anak
JAKA - Janda Kaya
JAMIS - Janda Miskin
JADUL - Janda Mandul
JAKET - Janda Keenakan Minta Tambah
JABLAY - Janda Jarang Dibelai
JALAK - Janda Galak
JASA - Janda Sakoi
JAMBAN - Janda Bimbang
JANGKAR - Janda Karatan
JOKO - Janda Kotor
JABER - Janda Bersih
JAMBU - Janda Busuk. (Dirangkum dari berbagai sumber)