PENAWARTA.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, Jawa Timur menyalurkan bantuan paket sembako kepada warga terdampak COVID-19 di wilayah itu dan pembagian bantuan itu disampaikan langsung oleh Forkopimda setempat.
"Bantuan paket sembako ini sebagai salah satu upaya Pemkab Bangkalan dalam meringankan beban warga terdampak COVID-19," kata Bupati Bangkalan Abd Latif Amin Imron di Bangkalan, Minggu (26/4/2020).
Fokus penerima bantuan paket sembako ini adalah warga miskin perkotaan yakni di tujuh keluruhan di Kecamatan Bangkalan dengan total jumlah paket sembako sebanyak 500 paket.
Selanjutnya bantuan paket sembako akan disebar ke berbagai kecamatan di Kabupaten Bangkalan yang akan dilakukan oleh Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan dengan total jumlah paket sebanyak 1.000 paket sembako.
Menurut "Ra Latif" sapaan karib Bupati Bangkalan Abd Latif Amin Imron itu, pandemi COVID-19 yang melanda Bangkalan mempengaruhi hampir semua sektor perekonomian masyarakat.
"Oleh karena itu, perlu ada program stimulus pemerintah untuk meringankan beban mereka," katanya, menjelaskan.
Selain menyalurkan bantuan, bupati juga menyampaikan imbauan secara langsung kepada penerima bantuan agar memperhatikan anjuran pemerintah tentang pencegahan COVID-19.
Antara lain selalu menjaga jarak dengan warga lain, tidak membuat kerumunan massa, selalu tinggal di rumah, dan selalu menggunakan masker apabila terpaksa hendak keluar rumah.
Pendistribusian bantuan paket sembako kepada warga terdampak COVID-19 di Kabupaten Bangkalan itu mulai 21 April 2020 dan hingga kini masih berlangsung dengan cara diantar langsung oleh Satgas Penanggulangan COVID-19 ke rumah-rumah warga penerima bantuan.
"Pola pendistribusian seperti itu dilakukan, untuk mencegah terjadinya kerumunan massa. Anggota kami gerakkan untuk mendistribusikan bantuan tersebut," kata Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra.
Selain pemkab, penyaluran bantuan paket sembako kepada warga miskin dan kurang mampu terdampak COVID-19 juga dilakukan sejumlah organisasi kemasyarakat dan organisasi keagamaan, seperti Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah di Kabupaten Bangkalan, termasuk klub sepakbola Madura United FC.
Berdasarkan data Satuan Gugus Tugas (Satgas) Penanggulangan COVID-19, Kabupaten Bangkalan merupakan kabupaten dengan jumlah terbanyak warga yang terkonfirmasi positif COVID-19, yakni sebanyak 9 orang.
Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) di kabupaten ini sebanyak 6 orang, sedangkan jumlah orang dalam pemantauan (ODP) terdata sebanyak 697 orang.
Sementara se-Jawa Timur, jumlah total warga yang terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak 768 orang, sebanyak 138 atau 17,97 persen diantaranya dinyatakan sembut, lalu sebanyak 544 atau 70,83 persen dalam perawatan, dengan jumlah korban meninggal dunia sebanyak 86 orang atau 11,20 persen.
Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) terdata sebanyak 2.578 orang dengan perincian, sebanyak 1.329 atau 51,55 persen kini masih dalam pengawasan, dan yang telah selesai pengawasan sebanyak 1.034 orang atau 40,11 persen, dengan jumlah korban meninggal dunia sebanyak 215 orang atau 8,34 persen.
Sedangkan orang dalam pemantauan (ODP) COVID-19 di se-Jawa Timur terdata sebanyak 18.136 orang, dengan perincian sebanyak 5.983 orang atau 32,99 persen sedang dipantau, lalu sebanyak 12.104 atau 66.74 persen telah selesai dipantau dan sebanyak 49 atau 0,27 persen meninggal dunia. (PW-516)
"Bantuan paket sembako ini sebagai salah satu upaya Pemkab Bangkalan dalam meringankan beban warga terdampak COVID-19," kata Bupati Bangkalan Abd Latif Amin Imron di Bangkalan, Minggu (26/4/2020).
Fokus penerima bantuan paket sembako ini adalah warga miskin perkotaan yakni di tujuh keluruhan di Kecamatan Bangkalan dengan total jumlah paket sembako sebanyak 500 paket.
Selanjutnya bantuan paket sembako akan disebar ke berbagai kecamatan di Kabupaten Bangkalan yang akan dilakukan oleh Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan dengan total jumlah paket sebanyak 1.000 paket sembako.
Menurut "Ra Latif" sapaan karib Bupati Bangkalan Abd Latif Amin Imron itu, pandemi COVID-19 yang melanda Bangkalan mempengaruhi hampir semua sektor perekonomian masyarakat.
"Oleh karena itu, perlu ada program stimulus pemerintah untuk meringankan beban mereka," katanya, menjelaskan.
Selain menyalurkan bantuan, bupati juga menyampaikan imbauan secara langsung kepada penerima bantuan agar memperhatikan anjuran pemerintah tentang pencegahan COVID-19.
Antara lain selalu menjaga jarak dengan warga lain, tidak membuat kerumunan massa, selalu tinggal di rumah, dan selalu menggunakan masker apabila terpaksa hendak keluar rumah.
Pendistribusian bantuan paket sembako kepada warga terdampak COVID-19 di Kabupaten Bangkalan itu mulai 21 April 2020 dan hingga kini masih berlangsung dengan cara diantar langsung oleh Satgas Penanggulangan COVID-19 ke rumah-rumah warga penerima bantuan.
"Pola pendistribusian seperti itu dilakukan, untuk mencegah terjadinya kerumunan massa. Anggota kami gerakkan untuk mendistribusikan bantuan tersebut," kata Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra.
Selain pemkab, penyaluran bantuan paket sembako kepada warga miskin dan kurang mampu terdampak COVID-19 juga dilakukan sejumlah organisasi kemasyarakat dan organisasi keagamaan, seperti Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah di Kabupaten Bangkalan, termasuk klub sepakbola Madura United FC.
Berdasarkan data Satuan Gugus Tugas (Satgas) Penanggulangan COVID-19, Kabupaten Bangkalan merupakan kabupaten dengan jumlah terbanyak warga yang terkonfirmasi positif COVID-19, yakni sebanyak 9 orang.
Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) di kabupaten ini sebanyak 6 orang, sedangkan jumlah orang dalam pemantauan (ODP) terdata sebanyak 697 orang.
Sementara se-Jawa Timur, jumlah total warga yang terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak 768 orang, sebanyak 138 atau 17,97 persen diantaranya dinyatakan sembut, lalu sebanyak 544 atau 70,83 persen dalam perawatan, dengan jumlah korban meninggal dunia sebanyak 86 orang atau 11,20 persen.
Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) terdata sebanyak 2.578 orang dengan perincian, sebanyak 1.329 atau 51,55 persen kini masih dalam pengawasan, dan yang telah selesai pengawasan sebanyak 1.034 orang atau 40,11 persen, dengan jumlah korban meninggal dunia sebanyak 215 orang atau 8,34 persen.
Sedangkan orang dalam pemantauan (ODP) COVID-19 di se-Jawa Timur terdata sebanyak 18.136 orang, dengan perincian sebanyak 5.983 orang atau 32,99 persen sedang dipantau, lalu sebanyak 12.104 atau 66.74 persen telah selesai dipantau dan sebanyak 49 atau 0,27 persen meninggal dunia. (PW-516)

