PENAWARTA.COM, PAMEKASAN - Pada tahun 2021 ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan menetapkan untuk memberi insentif bulanan kepada 1.110 orang guru non-PNS yang bertugas di sejumlah lembaga pendidikan di wilayah itu.
"Besaran dananya Rp600 ribu, dan insentif ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka, serta sebagai bentuk komitmen dan kepedulian Pemkab Pamekasan kepada para pahlawan tanpa tanda jasa ini," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Pemkab Pamekasan Akhmad Zaini.
Ke 1.110 orang guru non-PNS yang ditetapkan sebagai penerima insentif itu terdiri dari guru kelas sebanyak 500 orang, guru Pendidikan Agama Islam (PAI) sebanyak 275 orang, guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan sebanyak 75 orang dan terakhir penjaga sekolah sebanyak 260 orang.
Zaini menjelaskan, data penerima insentif yang digunakan Dikbud Pemkab Pamekasan itu berdasarkan data pokok pendidikan (Dapodik) dan sistem pencairan ke rekening masing-masing penerima bantuan.
Menurutnya, sebenarnya nominal bantuan insentif itu terbilang kecil, mengingat para guru non-PNS tersebut, honornya memang sangat kecil. "Maunya pemkab yang lebih besar, tapi kita ini terkendala dengan anggaran daerah yang juga minim," katanya.
"Jadi, besaran bantuan ini disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Oleh karena itu, kami berharap bantuan insentif tersebut dapat menjadi motivasi bagi para pendidik untuk lebih giat lagi mengajar, dengan harapan pada akhirnya bisa meningkatkan mutu pendidikan di kabupaten Pamekasan ini,” tutur Zaini.
Bupati Pamekasan Baddrut Tamam memiliki komitmen bahwa guru khususnya guru non PNS harus mendapatkan perhatian serius. Karena itu Pemkab Pamekasan mulai tahun anggaran 2021 ini, akan memberikan bantuan insentif untuk meningkatkan kesejahteraan bagi mereka.
Dalam berbagai kesempatan bertemu dengan guru maupun kepala sekolah Baddrut Tamam selalu menekankan tentang perlunya bekerja secara tulus ikhlas dan professional. Pemberian bantuan insentif bagi kalangan guru non-PNS ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Pamekasan untuk menjadikan para guru bisa mengajar dengan tenang.
Ketua PGRI Pamekasan Jamil menyambut baik perhatian pemerintah terhadap kesejahteraaan guru non PNS. Pihaknya berharap bantuan itu bisa meningkatkan kinerja para pendidik di kota Gerbang Salam.
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Dewan Pendidikan Pamekasan Dr Sahibuddin. Ia menilai honor atau kesejahteraan guru non-PNS selama ini masih sagat minim, dan oleh karenanya dia menyambut baik bantuan insentif untuk meningkatkan kesejahteraan guru oleh Pemkab Pamekasan.
"Bagi kami di Dewan Pendidikan Pamekasan, ini merupakan bentuk kepedulian Pemkab Pamekasan dalam meningkatkan dan mamajukan pendidikan di Pamekasan," katanya, menjelaskan. (PWI/380/ PAMEKASAN HEBAT/ PROGRAM PRIORITAS PAMEKASAN)

