PENAWARTA.COM, BANGKALAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, Madura, Jawa Timur menyalurkan bantuan sembako kepada sedikitnya 1.250 nelayan terdampak COVID-19 di wilayah itu, dari Kementerian Sosial Republik Indonesia.
"Bantuan sembako ini sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat, mengingat pandemi COVID-19 yang terjadi di Bangkalan dan di Indonesia sangat berpengaruh pada kehidupan ekonomi masyarakat, termasuk para nelayan," kata Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron kepada media di Bangkalan, Selasa (24/8/2021).
Masing-masing nelayan menerima bantuan sebanyak 5 kilogram beras premium dan diserahkan langsung di Pendopo Agung Pemkab Bangkalan.
"Ra Latif" sapaan karib Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron itu lebih lanjut menjelaskan, ke 1.250 nelayan yang penerima bantuan itu, merupakan masyarakat nelayan tinggal di pesisir pantai di 10 kecamatan di Kabupaten Bangkalan.
Penyaluran bantuan mulai Senin (23/8) dan akan berlangsung hingga 30 Agustus 2021, dengan cara diantara oleh Satgas COVID-19 Pemkab Bangkalan ke rumah masing-masing penerima bantuan.
"Hanya penyerahan secara simbolis yang diserahkan di Pendopo Agung Pemkab Bangkalan, kemerin," katanya, menjelaskan.
Saat menyerahkan bantuan kepada perwakilan nelayan itu, bupati juga meminta agar masyarakat mendukung program pemerintah dalam mencegah penyebaran COVID-19.
Antara lain dengan disiplin menegakkan protokol kesehatan, seperti sering mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan air mengalir setiap hendak dan selesai beraktivitas, selalu menggunakan masker, dan menghindari terjarinya kerumunan.
"Ini penting diperhatikan, karena jika pandemi ini tetap berlangsung, maka berbagai aktivitas warga tetap terkendala, termasuk aktivitas ekonomi masyarakat," katanya.
Pemerintah, sambung dia, membuat kebijakan dengan membatasi kegiatan masyarakat, karena ingin mencegah penyebaran corona, apalagi Kabupaten Bangkalan termasuk kabupaten yang juga terdampak COVID-19.
"Ini yang perlu bapak-bapak pahami tentang COVID-19. Pemkab Bangkalan ingin situasi kembali normal, sehingga aktivitas masyarakat bisa kembali seperti sedia kala," kata bupati saat menyampaikan sambutan dalam acara penyebaran bantuan sembako kepada perwakilan nelayan kala itu.
Kelompok masyarakat nelayan yang ada di Kabupaten Bangkalan ini, merupakan sebagian dari sasaran kelompok masyarakat terdampak COVID-19 yang menerima jatah bantuan dari pemerintah. Kelompok lainnya, masyarakat disabilitas, petani, dan pekerja ojek daring.
Dalam kesempatan itu, bupati juga mengajak semua aparat desa, agar lebih proaktif dalam mengedukasi masyarakat tentang penanganan dan pencegahan penularan COVID-19 melalui penegakan disiplin protokol kesehatan dan vaksinasi.
Berdasarkan data Satgas COVID-19 Pemkab Bangkalan, total jumlah warga di kabupaten paling barat Pulau Madura ini yang positif COVID-19 sebanyak 5.976 orang, dengan perincian, sebanyak 5.173 orang telah dinyatakan sembuh, 671 orang meninggal dunia, dengan jumlah kasus aktif hingga 23 Agustus 2021 sebanyak 132 orang. (PWI/ Bantuan COVID-19)

