Polisi Pasuruan Pemerkosa Mahasiswi Unibraw Malang Akhirnya Ditahan -->

Advertisement

Polisi Pasuruan Pemerkosa Mahasiswi Unibraw Malang Akhirnya Ditahan

Admin
Senin, 13 Desember 2021


PENAWARTA.COM, PASURUAN
- Polisi menahan Bripda RB alias BGS, anggota Polres Pasuruan terkait viralnya unggahan soal dugaan pemerkosaan terhadap mahasiswi NWR yang bunuh diri di makam Mojokerto, Jawa Timur.


"Mengamankan seseorang berinisial BGS, profesinya anggota polisi yang bertugas di Polres Pasuruan Kabupaten," tutur Wakapolda Jawa Timur Brigjen Slamet Hadi Supraptoyo kepada wartawan, Minggu (5/12/2021).


Sebelumnya, Propam Polda Jawa Timur memeriksa seorang anggota Polres Pasuruan berinisial RB buntut viralnya unggahan soal dugaan pemerkosaan terhadap mahasiswi NWR yang bunuh diri di makam Mojokerto.


Disebut dalam unggahan, mahasiswi Universitas Brawijaya Malang berinisial NWR (23) sempat diperkosa oleh kekasihnya yang merupakan anggota Polri.


Jasadnya ditemukan warga di sebuah makam Desa Japan, Kabupaten Mojokerto pada Kamis (2/12/2022) sore. Dugaan sementara, NWR meninggal akibat bunuh diri.


Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Gatot Repli Handoko menerangkan, penyidik dari Bidpropam Polda Jawa Timur telah mengundang R untuk dimintai klarifikasi berkaitan dengan unggahan yang viral di media sosial. Pemeriksaan berlangsung hari ini, Sabtu (4/12/2021).


"Yang bersangkutan lagi dilakukan pemeriksaan di Propam Polda Jatim," kata dia saat dihubungi, Sabtu (4/12/2021) siang.


Pemeriksaan Saksi

Gatot menerangkan, penyidik telah memeriksa sejumlah saksi guna mengungkap penyebab kematian NWR. Salah satu saksi berasal dari pihak keluarga dalam hal ini orang tua korban. Berdasar keterangan dari orang tua kematian NWR mengarah ke bunuh diri.


"Fakta-fakta bunuh diri sesuai dengan keterangan dari ibunya karena ditemukan minuman yang mengandung potasium sianida," ujar dia.


Gatot menerangkan sesuai keterangan yang diutarakan oleh ibu korban kepada penyidik beberapa waktu lalu. Bahwasanya, korban diduga mengalami depresi.


"Ibunya sudah pernah membawa korban untuk konsultasi di Rumah Sakit Jiwa. Dan sudah diberi obat juga," ucap dia. (PW-12)